Pengantar

Assalaamu ‘alaikum wr. wb.

Jalan Mendaki adalah sebuah blog yang bertujuan sebagai sarana nasehat-menasehati antara sesama pejalan yang berjihad akbar melawan dirinya sendiri:

Dan orang-orang yang berjihad untuk (mencari keridhaan) Kami, benar-benar akan Kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami. Dan sesungguhnya Allah benar-benar beserta orang-orang yang berbuat baik. (QS. Al-Ankabuut 29:69)

Dan Kami telah menunjukkan kepadanya dua jalan, Tetapi dia tiada menempuh jalan yang mendaki lagi sukar. Tahukah kamu apakah jalan yang mendaki lagi sukar itu? (yaitu) melepaskan budak dari perbudakan, atau memberi makan pada hari kelaparan, (kepada) anak yatim yang ada hubungan kerabat, atau kepada orang miskin yang sangat fakir. Dan dia termasuk orang-orang yang beriman dan saling berpesan untuk bersabar dan saling berpesan untuk berkasih sayang. Mereka (orang-orang yang beriman dan saling berpesan itu) adalah golongan kanan. (QS. 90:10-18)

Perjalanan ini adalah sebuah perjalanan mendaki yang sukar, dan tidak semua orang bertekad bulat dalam menempuhnya:

Kalau yang kamu serukan kepada mereka itu keuntungan yang mudah diperoleh dan perjalanan yang tidak berapa jauh, pastilah mereka mengikutimu, tetapi tempat yang dituju amat jauh terasa oleh mereka. Mereka akan bersumpah dengan (nama) Allah: “Jikalau kami sanggup tentulah kami berangkat bersamamu”. Mereka membinasakan diri mereka sendiri dan allah mengetahui bahwa sesungguhnya mereka benar-benar orang-orang yang berdusta. (QS 9:42)

Walaupun begitu, Allah menjanjikan ganjaran yang setimpal dengan perjuangan kita dalam menempuhnya:

Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum nyata bagi Allah orang-orang yang berjihad di antaramu, dan belum nyata orang-orang yang sabar. (QS. 3:142)

Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum datang kepadamu (cobaan) sebagaimana halnya orang-orang terdahulu sebelum kamu? Mereka ditimpa oleh malapetaka dan kesengsaraan, serta digoncangkan (dengan bermacam-macam cobaan) sehingga berkatalah Rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya: “Bilakah datangnya pertolongan Allah“. Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu amat dekat. (QS 2:214)

Perjalanan mendaki ini adalah menapaki tangga-tangga yang dengan indah digambarkan oleh Ali bin Abi Thalib kw:

Suatu ketika Ali bin Abi Thalib kw, ditanya sahabatnya, “Apakah tangga pertama dari mengenal Allah?”. Beliau menjawab, “Adalah ketika engkau merasa bahwa tidak ada orang yang lebih banyak kesalahannya daripada engkau”. Orang itu pingsan. Kemudian ketika sadar, dia bertanya lagi, “Sesudah itu ada tangga lagi”. Beliau menjawab, “Ada 70 tangga lagi”.

Perjalanan ini adalah perjalanan menapak tilas perjalanan orang-orang yang diberi nikmat oleh Allah:

Tunjukilah kami Shiraath Al-Mustaqiim, (yaitu) Jalan orang-orang yang telah Engkau beri ni’mat kepada mereka… (QS. Al-Fatehah 1:6-7).

Dan barangsiapa yang menta’ati Allah dan Rasul, mereka itu akan bersama-sama dengan orang-orang yang dianugerahi ni’mat oleh Allah, yaitu : Nabi-nabi, Ash-Shiddiiqiin, Asy-Syuhadaa, Ash-Shaalihiin. Dan mereka itulah teman yang sebaik-baiknya. (QS. An-Nisaa’ 4:69).

Semoga Allah menguatkan langkah kaki kita dalam menapaki jalan mendaki ini.  Bukan jalan yang mudah, tetapi bukan pula jalan yang tak mungkin.

Wassalaamu ‘alaikum wr. wb.

Redaktur Jalan Mendaki

%d blogger menyukai ini: