Hikmah dari Kisah Waliyullah

Hikmah dari Kisah WaliyullahBismilahirrahmanirrahim Walhamdulillahi Rabbil ‘aalamiin Wassholatu Wassalamu `Ala Rasulillah, Wa’ala Aalihie Washohbihie Waman Walaah amma ba’du…

Dunia tasawuf mengenal banyak cerita sufi. Sebagian dari cerita itu termuat dalam kitab Tadzkiratul Awliya, Kenangan Para Wali, yang ditulis oleh Fariduddin Attar . Buku ini ditulis dalam bahasa Persia, meskipun judulnya ditulis dalam bahasa Arab. Selain berarti kenangan atau ingatan, kata tadzkirah dalam bahasa Arab juga berarti pelajaran. Sehingga Tadzkiratul Awliya berarti pelajaran yang diberikan oleh para wali.

Baca lebih lanjut

Iklan

Maulana Jalaluddin Rumi

Jalaluddin RumiSiapa yang berperilaku sesuai dengan perkataannya, dialah yang tercerahkan, yang menolak hubungan-hubungan biasa dari dunia. (Dzun-Nun al-Mishri)

Maulana (secara harfiah bermakna “Guru Kita”) Jalaluddin Rumi, pendiri Tarekat Para Darwis Berputar, dalam karirnya menjadi bukti ungkapan Timur, “Para raksasa muncul dari Afghanistan dan mempengaruhi dunia.” Ia dilahirkan di Bactria, dari sebuah keluarga bangsawan pada awal abad ketiga belas. Ia tinggal dan mengajar di Iconum (Rum) di Asia Kecil, sebelum munculnya Kerajaan Utsmani, yang tahtanya menurut seruannya ia tolak. Karya-karyanya ditulis dalam bahasa Persia, dan dipandang tinggi oleh orang Persia karena kandungan puitis, kesusastraan dan mistiknya. Sehingga karya-karya ini disebut sebagai “al-Qur’an dalam bahasa Pehlevi (bahasa Persia)” — meskipun karya-karya ini bertentangan dengan kepercayaan bangsa Persia, sekte Syi’ah, yang dikritik atas eksklusivismenya.

Baca lebih lanjut

Syekh Sa’di Asy-Syirazi

pengajaran sufiBarangsiapa mengikuti jalan itu (pencarian kebenaran), ia akan kehilangan topi (kebanggaan) dan kepalanya (rasionalitas). (Nizhami, Treasury of Mysteries)

Gulistan (Kebun Mawar) dan Bustan (Kebun Buah) karya Sa’di asy-Syirazi merupakan dua karya klasik Sufisme yang mengandung ajaran moral dan etika serta banyak dibaca orang di India, Persia, Pakistan, Afghanistan dan Asia Tengah. Pada masa hidupnya, Sa’di adalah seorang Darwis yang senantiasa berkelana. Ia pernah ditangkap bala tentara Perang Salib dan disuruh menggali parit sedemikian dalam. Ia juga mengunjungi pusat-pusat pengajaran di Timur dan menulis puisi serta prosa yang bernilai sangat tinggi. Ia pernah belajar di perguruan tinggi Baghdad yang didirikan Nizham, Menteri Pengadilan Syah, sahabat Omar Khayyam. Ia mempunyai ikatan dengan para Sufi dari Tarekat Naqsyabandiyah, mempunyai hubungan dekat dengan Syekh Syahabuddin Suhrawardi, pendiri Tarekat Suhrawardiyah serta Najmuddin Kubra, Sang “Pilar Masa”, salah seorang Sufi terbesar sepanjang masa.

Baca lebih lanjut

Kisah Romantika Pertaubatan Para Salik

Kisah Pertaubatan Para SalikKisah-kisah dalam buku ini merupakan cerita pertaubatan dari orang-orang suci di masa silam. Sebuah perjalanan sakral dalam menempuh hakikat menuju Tuhan yang tiada batas, namun aspek kemanusiaan inilah romantika mereka dapat diketahui. Pahit manisnya perjalanan sekaligus sebagai tangga untuk mencapai cinta-Nya, disertai pesan-pesan langit untuk penghuni bumi.

Baca lebih lanjut

Ibnu Arabi: Asy Syekh Al-Akbar

Ibnu Arabi Asy-Syekh Al-AkbarBagi pendosa yang jahat, aku mungkin terlihat jahat. Tetapi bagi yang baik — betapa luhurnya aku. (Mirza Khan, Anshari)

Salah satu pengaruh metafisis paling mendalam terhadap dunia Muslim maupun Kristen adalah ajaran Ibnu Arabi as-Sufi, dalam bahasa Arab disebut asy-Syekh al-Akbar (Mahaguru). Ia keturunan Hatim ath-Tha’i, yang masih termasyhur di kalangan bangsa Arab sebagai laki-laki paling dermawan yang pernah dikenal dan dalam Ruba’iyat versi FitzGerald disebutkan, “Ijinkan Hatim ath-Tha’i berseru: Pesta! “Jangan hiraukan dia!” (maksudnya karena terlalu seringnya menjamu orang-orang lain).

Spanyol telah menjadi negeri Arab selama lebih dari empat abad ketika Ibnu Arabi (dari) Murcia dilahirkan pada 1164. Diantara nama-namanya adalah al-Andalusi, dan tidak diragukan dia lah salah satu tokoh terbesar dari beberapa tokoh besar Spanyol yang pernah hidup. Secara umum diyakini bahwa tidak ada puisi cinta yang lebih besar dari karyanya; dan tidak ada seorang Sufi yang begitu mendalam menarik perhatian para teolog ortodoks dengan makna batin dari kehidupan dan karyanya.

Baca lebih lanjut

Mencari Belerang Merah – Kisah Hidup Ibnu ‘Arabi

Mencari Belerang Merah - Kisah Hidup Ibnu 'ArabiIbn ‘Arabi(r) (1165 – 1240) telah melegenda menjadi figur mistikus terbesar Islam yang paling disegani hingga detik ini. Ajaran kontroversialnya, yang sering dikonsepsikan sebagai wahdah al-wuj’ (kesatuan Wujud), menuai polemik berkepanjangan di kalangan umat. Sebagian orang mengkritik dan menghujatnya sebagai bidah yang menodai keluhuran tauhid, namun tidak sedikit pula yang membela dan bahkan menganggapnya sebagai rumusan metafisik yang memperkaya gagasan tauhid itu sendiri.

Prasangka dan tuduhan yang sering dialamatkan kepada dirinya ternyata telah meresap ke dalam literatur sejarah yang ditulis para sejarawan sejak dulu hingga kini. Pandangan yang relatif objektif terhadap kehidupan maupun ajaran-ajarannya belum banyak dikemukakan. Yang acap kali mewarnai berbagai tulisan yang mengupas kepribadiannya belum beranjak jauh dari apologetisme dan kecurigaan yang berat-sebelah. Buku-buku sejarah, yang ditulis oleh sejarawan Barat maupun muslim, tidak bebas dari kecenderungan ini, yang malah mempersulit kita untuk beroleh gambaran yang jernih dan utuh tentang sosok Syekh Akbar ini.

Baca lebih lanjut

Abdul Hadi W.M. : Hati Orang Yang Akrab, Sarang Ma’rifat

Abdul Hadi WPerspektif Baru Edisi 453. 15 Nov 2004.

Assalamu’alaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh, salam sejahtera kami ucapkan pada para pendengar acara Perspektif Baru. Setelah berpisah selama seminggu, kita berjumpa kembali dalam acara ini dipandu oleh sahabat anda Faisol Riza. Saat ini kita masih berada suasana bulan puasa, karena hari raya Idul Fitri tinggal beberapa hari lagi, saya dan seluruh staf Perspektif Baru mengucapkan Selamat hari raya Idul Fitri. Semoga kita bisa memaknai lebih dalam perubahan jiwa kita selama di bulan puasa sampai menjadi manusia baru dalam hari raya tersebut. Tamu kita kali ini adalah Bapak Abdul Hadi W.M. Beliau dikenal sebagai penyair pada tahun 70-80-an. Bukan hanya terkenal sebagai penyair saja, tapi karena secara khusus lebih banyak menekuni puisi-puisi karya sufi yang diterjemahkan, ditulis ulang atau menulis dalam bentuk puisi sufistik. Salah satu buah dari kegiatan beliau yang saya ingat adalah penerjemahan karya-karya Jalaluddin Rumi. Kemudian menghasilkan beberapa tulisan mengenai Hamzah Mansuri. Bapak Abdul Hadi W.M pernah menempuh kegiatan akademis di University Sains Malaysia sebagai seorang dosen sekaligus untuk menyelesaikan program doktoralnya.

Baca lebih lanjut