Maulana Jalaluddin Rumi

Jalaluddin RumiSiapa yang berperilaku sesuai dengan perkataannya, dialah yang tercerahkan, yang menolak hubungan-hubungan biasa dari dunia. (Dzun-Nun al-Mishri)

Maulana (secara harfiah bermakna “Guru Kita”) Jalaluddin Rumi, pendiri Tarekat Para Darwis Berputar, dalam karirnya menjadi bukti ungkapan Timur, “Para raksasa muncul dari Afghanistan dan mempengaruhi dunia.” Ia dilahirkan di Bactria, dari sebuah keluarga bangsawan pada awal abad ketiga belas. Ia tinggal dan mengajar di Iconum (Rum) di Asia Kecil, sebelum munculnya Kerajaan Utsmani, yang tahtanya menurut seruannya ia tolak. Karya-karyanya ditulis dalam bahasa Persia, dan dipandang tinggi oleh orang Persia karena kandungan puitis, kesusastraan dan mistiknya. Sehingga karya-karya ini disebut sebagai “al-Qur’an dalam bahasa Pehlevi (bahasa Persia)” — meskipun karya-karya ini bertentangan dengan kepercayaan bangsa Persia, sekte Syi’ah, yang dikritik atas eksklusivismenya.

Baca lebih lanjut

Tunaikanlah Maharnya

Maulana Jaluddin RumiKarenanya, bersama siapapun engkau ingin bersanding,
tunaikanlah maharnya: tenggelamkan dirimu sepenuhnya
dalam kecintaanmu, seraplah bentuk
dan ciri-cirinya.

Baca lebih lanjut

Engkau DiCintai oleh-Nya

Maulana Jalaluddin RumiJika, dalam Sekolah Tuhan
engkau bahkan tidak memahami huruf-huruf,
janganlah khawatir, Sahabat, jiwamu akan diisi seperti Muhammad
dengan Cahaya Kebenaran.
Dan, wahai, untuk apa engkau ingin dikenal oleh manusia?
Tuhan mengetahui yang terbaik dan menyembunyikan para pelayan Sejati-Nya
bagaikan harta karun, untuk keselamatan mereka
di sebuah tempat yang hanya sedikit orang tahu.

Maukah engkau mengambil harta karunmu
dimana hanya keluguanmu di hadapan Tuhan lah yang akan menemukannya?

Baca lebih lanjut

Wahai Pencari, Berhijrahlah

Maulana Jalaluddin RumiJika pohon punya sayap atau kaki,
tentulah ia bisa bergerak,
sehingga tak diterimanya sakit dari mata gergaji
atau dari pukulan kampak.

Dan jika matahari tak bergegas ketika
malam tiba, bagaimanakah bumi akan diterangi
ketika fajar merekah.

Baca lebih lanjut

Datang Semata untuk Bersaksi

rumiKehadiran kita di ruang sidang Sang Hakim ini [1]
untuk membuktikan kebenaran pernyataan kita,
“kami bersaksi,” ketika dalam Perjanjian itu kita
ditanyai, “bukankah Aku Tuhanmu?” [2]

Karena kita telah membenarkan, maka dalam
persidangan ini ucapan dan tindakan kita menjadi
saksi dan bukti bagi kesepakatan itu.

Baca lebih lanjut

Musuhmu yang Sebenarnya

Tahukah engkau siapa musuhmu sebenarnya?
Mereka yang dibuat dari api adalah musuh
dari yang dibuat dari tanah. [1] Baca lebih lanjut