Kepala Ikan untuk Sang Nelayan

Seorang nelayan salih di Tunisia tinggal di sebuah gubuk yang sederhana dari tanah liat. Setiap hari ia melayarkan perahunya untuk menangkap ikan. Setiap hari, ia terbiasa menyerahkan seluruh hasil tangkapannya pada orang-orang miskin dan hanya menyisakan sepotong kepala ikan untuk ia rebus sebagai makan malamnya.

Nelayan itu lalu berguru kepada syaikh besar sufi, Ibn Arabi. Seiring dengan berlalunya waktu, ia pun menjadi seorang syaikh seperti gurunya.

Baca lebih lanjut

Iklan

Selamat Sampai Tujuan

Selamat Sampai Tujuan Ibn ArabiPedoman singkat ini ditujukan bagi orang yang ingin menempuh jalan iman, harapan, dan cinta agar dia bisa utuh dan sempurna sebagaimana dia diciptakan. Ini ditulis untuk menjawab pelbagai pertanyaan mengenai apa yang akan dia percayai dan apa yang akan dia lakukan pada permulaan, sebelum melakukan apapun yang lain.

Wahai kau yang merindukan keindahan abadi, pengembara di jalan idaman sejati, semoga Allah membuatmu berhasil mengetahui jalan yang benar, menemukannya dan menempuhnya. Semoga Dia membiasakan engkau dan kami dengan amal-amal yang diridai-Nya dan melakukannya demi meraih rida-Nya. Sebab, milik-Nyalah awal dan akhir dan apa yang ada di antaranya, serta keberhasilan dalam semua hal.

Baca lebih lanjut

Ibnu Arabi: Asy Syekh Al-Akbar

Ibnu Arabi Asy-Syekh Al-AkbarBagi pendosa yang jahat, aku mungkin terlihat jahat. Tetapi bagi yang baik — betapa luhurnya aku. (Mirza Khan, Anshari)

Salah satu pengaruh metafisis paling mendalam terhadap dunia Muslim maupun Kristen adalah ajaran Ibnu Arabi as-Sufi, dalam bahasa Arab disebut asy-Syekh al-Akbar (Mahaguru). Ia keturunan Hatim ath-Tha’i, yang masih termasyhur di kalangan bangsa Arab sebagai laki-laki paling dermawan yang pernah dikenal dan dalam Ruba’iyat versi FitzGerald disebutkan, “Ijinkan Hatim ath-Tha’i berseru: Pesta! “Jangan hiraukan dia!” (maksudnya karena terlalu seringnya menjamu orang-orang lain).

Spanyol telah menjadi negeri Arab selama lebih dari empat abad ketika Ibnu Arabi (dari) Murcia dilahirkan pada 1164. Diantara nama-namanya adalah al-Andalusi, dan tidak diragukan dia lah salah satu tokoh terbesar dari beberapa tokoh besar Spanyol yang pernah hidup. Secara umum diyakini bahwa tidak ada puisi cinta yang lebih besar dari karyanya; dan tidak ada seorang Sufi yang begitu mendalam menarik perhatian para teolog ortodoks dengan makna batin dari kehidupan dan karyanya.

Baca lebih lanjut

Risalah Kemesraan

Risalah Kemesraan Ibn ArabiApabila Tuhan hendak memindahkan hamba-Nya dari kehinaan-kekafiran menuju kemuliaan-ketaatan. Dia menjadikannya intim dengan kesendirian, kaya dalam kesederhanaan, dan mampu melihat kekurangan dirinya. Barangsiapa telah dianugerahi semua ini berarti ia telah mendapatkan yang terbaik dari dunia dan akhirat.”

Buku amat ringkas ini menguraikan langkah-langkah yang harus ditempuh orang beriman dalam khalwat (penyendirian spiritual) dan taqarrub (pendekatan diri pada Tuhan). Semula, khalwat dilakukan secara fisik dengan menarik diri dari gangguan-gangguan luar yang berpotensi menyimpangkan seseorang dalam kontemplasinya atas asma dan sifat-sifat Allah. Pada akhirnya, penarikan itu menjadi semata-mata bersifat spiritual, ketika hati senantiasa hadir, terus menerus, bersama Allah.

Baca lebih lanjut

Menata Diri Dengan Tadbir Ilahi

Menata Diri Dengan Tadbir IlahiIbn ‘Arabi (r) melukiskan roh, bagi manusia, sebagai raja yang sah, hawa nafsu sebagai pemberontak, dan jiwa (kesayangan sang raja) sebagai pihak yang diperebutkan. Roh ingin memerintah kerajaan manusia sesuai dengan kehendak Tuhan, sedangkan hawa nafsu selalu ingin membawa kerajaan melawan kehendak-Nya.

Syahdan, perdamaian antara roh dan hawa nafsu tidak pernah tercapai. Konflik antara keduanya berlangsung tanpa henti di kerajaan manusia. Rahasianya, menurut Ibn ‘Arabi (r), karena hawa nafsu – yang berasal dari api neraka – yakin bahwa manusia akan menderita jika dekat dengan cahaya Ilahi, sementara roh – yang berasal dari sisi Ilahi – juga yakin bahwa manusia akan menderita jika dekat dengan pendar neraka.

Baca lebih lanjut

Wasiat-wasiat Ibn ‘Arabi

Wasiat-wasiat Ibn ‘ArabiIbn al-Arabi atau nama penuhnya Abu Bakr Muhammad ibn al-Arabi adalah seorang pemikir Islam dan seorang sufi masyhur yang berasal daripada keluarga Hatim ath-Tha’i . Dilahirkan di Murcia, Andalusia (Sepanyol) pada 1165 Masihi dan meninggal di Damsyik pada tahun 1240. Di kalangan kaum sufi, Ibn Arabi dikenali dengan panggilan Muhyiddin yang bererti “Penghidup Agama”. Pernah hidup dengan ayahnya di Seville, tempat beliau menumpukan pada pelajarannya. Kemampuan intelektual dan tingkat spiritualnya kelihatan begitu menonjol pada mata para gurunya. Pada usia 30 tahun, al-Arabi mulai mengembara, tidak hanya di Sepanyol, malah sampai ke Afrika Utara dan Asia. Ajarannya yang begitu berpengaruh hingga al-Arabi diberi gelar Sheikh Terbesar atau Asy-Syaikh al-Akhbar.

Baca lebih lanjut

Mencari Belerang Merah – Kisah Hidup Ibnu ‘Arabi

Mencari Belerang Merah - Kisah Hidup Ibnu 'ArabiIbn ‘Arabi(r) (1165 – 1240) telah melegenda menjadi figur mistikus terbesar Islam yang paling disegani hingga detik ini. Ajaran kontroversialnya, yang sering dikonsepsikan sebagai wahdah al-wuj’ (kesatuan Wujud), menuai polemik berkepanjangan di kalangan umat. Sebagian orang mengkritik dan menghujatnya sebagai bidah yang menodai keluhuran tauhid, namun tidak sedikit pula yang membela dan bahkan menganggapnya sebagai rumusan metafisik yang memperkaya gagasan tauhid itu sendiri.

Prasangka dan tuduhan yang sering dialamatkan kepada dirinya ternyata telah meresap ke dalam literatur sejarah yang ditulis para sejarawan sejak dulu hingga kini. Pandangan yang relatif objektif terhadap kehidupan maupun ajaran-ajarannya belum banyak dikemukakan. Yang acap kali mewarnai berbagai tulisan yang mengupas kepribadiannya belum beranjak jauh dari apologetisme dan kecurigaan yang berat-sebelah. Buku-buku sejarah, yang ditulis oleh sejarawan Barat maupun muslim, tidak bebas dari kecenderungan ini, yang malah mempersulit kita untuk beroleh gambaran yang jernih dan utuh tentang sosok Syekh Akbar ini.

Baca lebih lanjut