Musyawarah Burung: Perjalanan Menyatu Dengan Tuhan

fariduddin attar musyawarah burungMusyawarah Burung (Mantiqu’t-Thair) merupakan karya sastra penyair sufi terkenal Faridu’Din Attar yang berisi ajaran-ajaran sufistik, bahkan dalam penggunaan kata-katanya sarat akan istilah atau metafor-metafor yang biasa digunakan oleh para sufi dalam karya sastra. Buku ini terdiri dari tiga Bab, yaitu: Madah Do’a, (yang berisi doa dan ungkapan-ungkapan pembuka dari Faridu ‘Din Attar), Burung burung berkumpul, (menggambarkan bermacam-macam burung yang akan turut serta dalam musyawarah), dan Musyawarah burung (tentang proses pencarian sang Raja).

Baca lebih lanjut

Kimia Kebahagiaan – Imam Al-Ghazali

kimia kebahagiaan al ghazaliKetahuilah, bahwa manusia tidak diciptakan secara main-main atau sembarangan. Ia diciptakan dengan sebaik-baiknya dan demi suatu tujuan agung.

Meskipun bukan merupakan bagian Yang Kekal, ia hidup selamanya; meski jasadnya rapuh dan membumi, ruhnya mulia dan bersifat ketuhanan. Ketika, dalam tempaan hidup zuhud, ia tersucikan dari nafsu jasmaniah, ia mencapai tingkat tertinggi; dan sebaliknya, dari menjadi budak nafsu angkara, ia memiliki sifat-sifat malaikat. Dengan mencapai tingkat ini, ia temukan surganya di dalam perenungan tentang Keindahan Abadi, dan tak lagi pada kenikmatan-kenikmatan badani. Kimia ruhaniah yang menghasilkan perubahan ini dalam dirinya, seperti kimia yang mengubah logam rendah menjadi emas, tak bisa dengan mudah ditemukan . Untuk menjelaskan kimia dan metode operasinya itulah maka pengarang menyusun karya yang diberi judul Kimia Kebahagiaanini.

Baca lebih lanjut

Jangan Panjang Angan-angan – Imam Al-Gazhali

allah-1Bismillaahir Rohmaanir Rohiim

Allohummasholli’alaasayyidina Muhammadinil Musthofaa

Nasihat Asy-Syaikh Imam Al-Gazhali tentang “Jangan Panjang Angan-angan”

Rosulullaah Saw. bersabda kepada Abdullah bin Umar:

“Jika kamu sedang berada pada pagi hari, janganlah kamu berbicara kepada dirimu sendiri tentang petang hari nanti. Jika kamu sedang berada pada petang hari, janganlah kamu berbicara pada dirimu sendiri tentang pagi hari. Jadikan hidupmu sebagai modal untuk menghadapi kematianmu, dan jadikan sehatmu sebagai modal untuk menghadapi sakitmu. Sesungguhnya kamu, wahai Abdullah, besok sudah tidak tahu siapa namamu.” [HR. Ibnu Hibban]

Baca lebih lanjut

Selamat Sampai Tujuan

Selamat Sampai Tujuan Ibn ArabiPedoman singkat ini ditujukan bagi orang yang ingin menempuh jalan iman, harapan, dan cinta agar dia bisa utuh dan sempurna sebagaimana dia diciptakan. Ini ditulis untuk menjawab pelbagai pertanyaan mengenai apa yang akan dia percayai dan apa yang akan dia lakukan pada permulaan, sebelum melakukan apapun yang lain.

Wahai kau yang merindukan keindahan abadi, pengembara di jalan idaman sejati, semoga Allah membuatmu berhasil mengetahui jalan yang benar, menemukannya dan menempuhnya. Semoga Dia membiasakan engkau dan kami dengan amal-amal yang diridai-Nya dan melakukannya demi meraih rida-Nya. Sebab, milik-Nyalah awal dan akhir dan apa yang ada di antaranya, serta keberhasilan dalam semua hal.

Baca lebih lanjut

Jejak-jejak Wali Allah: Melangkah Menuju Gerbang kewalian Bersama Syeikh Abu Hasan Al-Syadzili ra

Jejak-Jejak Wali AllahKitab ini tidak hanya memuatkan manaqib (biografi) Imam Syadzili ra beserta karamah-karamah beliau, namun juga menghuraikan dengan indah berbagai pelajaran rohani (batin) secara lengkap di antaranya:

1. Derajat kewalian dan langkah-langkah untuk mencapainya.

2. Mutiara Ma’rifat Imam Syadzili ra

3. Wirid, untaian doa dan zikir

4. Hizib-hizib Imam Syadzili ra dan cara mengamalkannya beserta faedah dan kegunaannya. Antara lain Hizib-Hizib adalah:

  • Hizib al-Fath (Hizib Pembuka) atau Hizib an-Nur (Hizib Cahaya)
  • Hizib Mulia dan Hizib Agung: Hizib al-Barr (Hizib Daratan)
  • Doa Keberkahan atau yg dikenali dgn Hizib al-Bahr (Hizib Lautan)
  • Hizib al-Hamd (Hizib Pujian)

Baca lebih lanjut

Risalah Kemesraan

Risalah Kemesraan Ibn ArabiApabila Tuhan hendak memindahkan hamba-Nya dari kehinaan-kekafiran menuju kemuliaan-ketaatan. Dia menjadikannya intim dengan kesendirian, kaya dalam kesederhanaan, dan mampu melihat kekurangan dirinya. Barangsiapa telah dianugerahi semua ini berarti ia telah mendapatkan yang terbaik dari dunia dan akhirat.”

Buku amat ringkas ini menguraikan langkah-langkah yang harus ditempuh orang beriman dalam khalwat (penyendirian spiritual) dan taqarrub (pendekatan diri pada Tuhan). Semula, khalwat dilakukan secara fisik dengan menarik diri dari gangguan-gangguan luar yang berpotensi menyimpangkan seseorang dalam kontemplasinya atas asma dan sifat-sifat Allah. Pada akhirnya, penarikan itu menjadi semata-mata bersifat spiritual, ketika hati senantiasa hadir, terus menerus, bersama Allah.

Baca lebih lanjut

Menata Diri Dengan Tadbir Ilahi

Menata Diri Dengan Tadbir IlahiIbn ‘Arabi (r) melukiskan roh, bagi manusia, sebagai raja yang sah, hawa nafsu sebagai pemberontak, dan jiwa (kesayangan sang raja) sebagai pihak yang diperebutkan. Roh ingin memerintah kerajaan manusia sesuai dengan kehendak Tuhan, sedangkan hawa nafsu selalu ingin membawa kerajaan melawan kehendak-Nya.

Syahdan, perdamaian antara roh dan hawa nafsu tidak pernah tercapai. Konflik antara keduanya berlangsung tanpa henti di kerajaan manusia. Rahasianya, menurut Ibn ‘Arabi (r), karena hawa nafsu – yang berasal dari api neraka – yakin bahwa manusia akan menderita jika dekat dengan cahaya Ilahi, sementara roh – yang berasal dari sisi Ilahi – juga yakin bahwa manusia akan menderita jika dekat dengan pendar neraka.

Baca lebih lanjut