Menata Diri Dengan Tadbir Ilahi

Menata Diri Dengan Tadbir IlahiIbn ‘Arabi (r) melukiskan roh, bagi manusia, sebagai raja yang sah, hawa nafsu sebagai pemberontak, dan jiwa (kesayangan sang raja) sebagai pihak yang diperebutkan. Roh ingin memerintah kerajaan manusia sesuai dengan kehendak Tuhan, sedangkan hawa nafsu selalu ingin membawa kerajaan melawan kehendak-Nya.

Syahdan, perdamaian antara roh dan hawa nafsu tidak pernah tercapai. Konflik antara keduanya berlangsung tanpa henti di kerajaan manusia. Rahasianya, menurut Ibn ‘Arabi (r), karena hawa nafsu – yang berasal dari api neraka – yakin bahwa manusia akan menderita jika dekat dengan cahaya Ilahi, sementara roh – yang berasal dari sisi Ilahi – juga yakin bahwa manusia akan menderita jika dekat dengan pendar neraka.

Ketegangan dan pemberontakan sporadis pun selalu mewarnai dinamika kerajaan manusia. Baik roh maupun hawa nafsu sama-sama memiliki satuan tentara dan mata-mata untuk mengalahkan yang lain. Maka, mengenali pasukan dan mata-mata musuh – seperti dipaparkan Ibn ‘Arabi (r) dalam buku ini – menjadi sangat penting agar kerajaan manusia menjadi aman, selamat, dan sejahtera.

Kerajaan manusia (microcosmos) yang dikuasai hawa nafsu biasanya mengutamakan kenikmatan duniawi, jasmani, dan hedonisme, yang pasti merugikan warganya, jauh dari nilai-nilai luhur. Karakteristik alegoris ini sangat pas jika diterapkan pada kerajaan negara (macrocosmos); jika sebuah negara penuh dengan manipulasi, korupsi, penindasan, dan kesewenang-wenangan, dan penderitaan rakyat merata, itu pertanda negara sedang diperintah oleh hawa nafsu!

Judul : Menata Diri Dengan Tadbir Ilahi
Penulis: Ibn Arabi
Terbit : Oktober 2004
Penerbit: Serambi Ilmu Semesta

%d blogger menyukai ini: