Kisah Perjalanan Ilyas a.s. dan Joshua bin Levi

Kisah mengenai Nabi Ilyas a.s. banyak disebutkan dalam cerita rakyat Bani Israil. Salah satunya adalah sbb:

Tersebutlah seorang rabi yang bernama Joshua bin Levi, suatu hari bertemu dengan Ilyas a.s. dan ditanya tentang apa yang menjadi keinginannya. Sang rabi menjawab bahwa keinginannya tidak lain hanya untuk dapat menemani Ilyas a.s. dalam perjalanannya. Maka Ilyas a.s. mengabulkan permohonan sahabatnya itu dengan syarat tidak boleh mempertanyakan satupun tindakannya yang akan dijumpai di perjalanan.

Maka berjalanlah mereka berdua hingga tiba di suatu tempat dimana terdapat sepasang suami istri yang telah renta dan sangat miskin, satu-satunya harta mereka yang tersisa adalah seekor sapi tua. Namun demikian, pasangan suami istri ini melayani tamunya dengan sangat baik. Keesokan harinya saat Ilyas a.s dan Joshua akan melanjutkan perjalanan, sang nabi berdoa supaya Allah mencabut nyawa sapi pasangan suami istri itu. Maka matilah si sapi tua.

Tempat kedua yang Ilyas a.s dan Joshua kunjungi adalah rumah seorang kaya raya, akan tetapi ia tidak pernah menjamu tamu dengan baik, melainkan menegur tamunya dengan cara yang tidak santun seraya memperingatkan agar mereka mendapatkan pekerjaan yang layak dan tidak menjadi peminta-minta. Saat Ilyas a.s. dan Joshua hendak pergi dari rumah itu, tampaklah bahwa salah satu sisi dari dinding rumah orang kaya itu hampir roboh. Maka sang nabi berdoa agar Tuhan memperbaiki dinding itu. Maka dalam sekejap dinding rumah itu menjadi utuh kembali.

Berikutnya Ilyas a.s.dan Joshua mendatangi suatu sinagog (tempat peribadatan Bani Israil) yang megah. Maka mereka berdua dijamu oleh para pengelola sinagog itu akan tetapi dengan pemberian yang ala kadarnya. Keesokan hari ketika hendak melanjutkan perjalanan, sang nabi berdoa agar setiap anggota sinagog itu menjadi seorang pemimpin.

Akhirnya, Ilyas a.s. dan Joshua tiba pada suatu sinagog yang sederhana dimana mereka disambut dengan baik dan dilayani dengan jamuan yang terbaik. Sang nabi pun berdoa agar Allah mengaruniakan mereka seorang pemimpin yang bijaksana. Pada saat itu, Joshua bin Levi tidak mampu menahan keingintahuannya dan meminta penjelasan dari sang nabi perihal semua perbuatannya.

Maka Ilyas a.s. menjelaskan sbb:

Tentang peristiwa di rumah pasangan tua, sang nabi melihat pada saat itu malaikat maut telah datang untuk mengambil nyawa sang istri. Maka, Ilyas a.s. berdoa agar Tuhan mengambil nyawa si sapi sebagai gantinya.

Tentang peristiwa di rumah orang kaya. Sang nabi mengetahui bahwa ada harta karun tersembunyi di balik dinding itu, maka ia berdoa agar dinding itu kembali utuh sehingga harta itu tidak jatuh ke tangan orang kaya yang kikir itu.

Kisah ini diakhiri dengan suatu pelajaran bahwa sinagog yang dipenuhi dengan para pemimpin hanya akan runtuh karena perdebatan sengit yang terjadi di dalamnya, sedangkan suatu kota yang memiliki seorang pemimpin yang bijaksana akan tertuntun pada keberkahan dan kesejahteraan.

Sang Nabi menutup uraiannya dengan berkata:

“Ketahuilah, bahwa jika kalian melihat seorang pendosa dalam keberlimpahan dalam hidup, maka sesungguhnya itu bukan sesuatu yang menguntungkan baginya.

Demikian juga apabila kalian melihat orang shalih yang berkubang dalam kesusahan dan penderitaan, maka jangan sekali-kali anda berpikir bahwa Allah tidak adil!”

(Ginzberg Lewis. Legends of the Bible. Philadelphia. 1956 p.590-591 – published in Wikipedia)

Sumber: Dicopas dari note facebook mbak Tessa Sitorini

%d blogger menyukai ini: