Kumpulan Hadits Qudsi – 7

Kumpulan Hadits Qudsi ini dikompilasi oleh Pak Sabari Muhammad dari berbagai buku dan sumber. Saya mendapatkannya dari note beliau di facebook. Semoga apa yang beliau lakukan ini menjadi amal shaleh yang diridhai Allah Ta’ala.

[HQ No-61] Berkata Kulaib Al-Juhani ra, bahwasanya Nabi saw bersabda: “Allah telah berfirman:

Kalaulah tidak karena berdosa lebih baik bagi hamba-Ku yang Mukmin daripada ber-“ujub” (bangga diri) niscaya Aku tidak akan membiarkan antara hamba-Ku yang mukmin dengan dosa itu”. (HR. Abus-Syaikh)

[HQ No-62] Berkata Ibnu Abbas ra, bahwasanya Nabi saw bersabda: “Allah telah berfirman:

Tiada seorang hamba-Ku yang Mukmin bertaqarrub kepada-Ku melainkan dia berzuhud di dunia dan tiada dia menyembahkan ibadat kepada-Ku melainkan dia menunaikan segala kefardhuan yang Aku wajibkan ke atasnya”. (HR. Qudha’i)

[HQ No-63] Berkata Ibnu Umar ra, bahwasanya Nabi saw bersabda: “Allah telah berfirman:

Sesungguhnya Aku telah mencipta manusia yang lidahnya lebih manis dari madu, manakala hatinya lebih pahit dari jadam. Aku bersumpah demi Dzat-Ku, akan Kubukakan peluang untuk memfitnahi mereka, sehingga menjadikan orang bijaksana terharu. Apakah dengan Aku mereka coba mengelirukan? Ataupun terhadap Aku mereka memberanikan diri?”. (HR. Tirmidzi)

[HQ No-64] Berkata Abu Hurairah ra, bahwasanya Nabi saw bersabda: “Allah telah berfirman:

Tiga orang yang Aku menjadi musuhnya di Hari Kiamat. Seorang yang membuat perjanjian atas-nama-Ku lalu dia memungkirinya. Seorang lagi menjual orang merdeka (yang bukan budak) lalu dia memakan harganya. Dan seorang lagi mempekerjakan orang lain lalu dia tidak membayar gajinya”. (HR. Ahmad dan Bukhari)

[HQ No-65] Berkata Abu Hurairah ra, bahwasanya Nabi saw bersabda: “Allah telah berfirman:

Siapa yang memusuhi Wali-Ku maka Aku mengisyaratkan perang terhadapnya”. (HR. Bukhari)

[HQ No-66] Berkata Anas ra, bahwasanya Nabi saw bersabda: “Berkata Bani Israil kepada Musa as, ‘Adakah Rabbmu shalat?’ Menjawab Musa as, ‘Bertaqwalah kepada Allah duhai Bani Israil!’

Berfirman Allah Ta’ala, ‘Wahai Musa! Apakah yang dikatakan kaummu kepadamu? Berkata Musa, “Ya Rabbku! Tentulah Engkau sudah tahu. Mereka bertanya, Adakah Rabbmu shalat?’

Berfirman Allah Ta’ala, ‘Beritahukanlah kepada mereka bahwasanya shalat-Ku atas hamba-hamba-Ku ialah bahwa rahmat-ku akan mendahului kemurkaan-Ku. Kalaulah tidak karena itu, niscaya telah Kubinasakan mereka semua’.” (HR. Ibnu Sakir)

[HQ No-67] Berkata Abu Hurairah ra, bahwasanya Nabi saw bersabda: “Berkata para Malaikat:

‘Wahai Rabb kami! Itu seorang hamba-Mu yang akan membuat dosa (sedang Tuhan tentu lebih mengetahui dengan apa yang hendak dilakukan sang hamba itu). Berfirman Allah Ta’ala:

Perhatikanlah dia! Jika dia melakukannya maka catatkan satu dosa seumpamanya. Jika dia membatalkannya maka catatkanlah baginya satu kebaikan sebab dia telah meninggalkannya karena Aku”. (HR. Ahmad dan Muslim)

[HQ No-68] Berkata Anas ra, bahwasanya Nabi saw bersabda: “Berteriaklah suatu suara dari tengah-tengah Arasy di hari Kiamat: ‘Wahai umat Muhammad! Sesungguhnya Allah Ta’ala telah berfirman:

Segala yang Aku berhak atas kamu, maka telah Aku berikannya kepada kamu. Kini tinggallah kesalahan-kesalahan kecil antara sesama kamu, maka bermaaf-maaflah sesama kamu sendiri kemudian masuklah ke dalam surga dengan rahmat-ku’.” (HR. Ibrahim Al-Muqriy)

[HQ No-69] Dari Abu Hurairah ra, bahwasanya Nabi saw bersabda: “Ketika Allah menciptakan surga dan neraka, Ia mengutus Jibril ke surga. Ia berfirman:

‘Lihatlah ke dalamnya segala yang telah Aku persiapkan untuk penghuninya di sana’. Maka Jibril pun datang ke sana, melihatnya dan segala yang telah disiapkan Allah bagi penghuninya, lalu kembali menghadap Allah serta bersembah: ‘Dengan segala Keagungan-Mu, tidak seorangpun yang mendengar tentangnya yang tidak akan memasukinya’. Maka Allah pun memerintahkan agar surga ditutup dengan hal-hal yang membuat enggan. Lalu berfirman: ‘Kembalilah ke sana, lihatlah dia dan segala yang telah Aku siapkan bagi penghuninya di sana.’ Maka Jibril pun kembali kepada Allah dan bersembah: ‘Demi segala Keagungan-Mu, aku khawatir tidak seorang pun akan memasukinya’.

Kemudian Allah berfirman: ‘Pergilah ke neraka, lihatlah dia dan segala yang telah Aku siapkan untuk penghuninya di sana’. Dan ternyata, neraka itu menerkam sebagian atas yang sebagian. Maka ia kembali kepada-Nya dan bersembah: ‘Demi segala Keagungan-Mu, tak seorang pun yang mendengar tentangnya yang kemudian memasukinya’. Maka Alah pun memerintahkan agar neraka disamarkan dengan segala syahwat. Lalu berfirman: ‘Kembalilah kesana, lihatlah dan segala yang telah Aku siapkan untuk penghuninya di sana’.”

Sabda Nabi saw: “Maka kembalilah Jibril kepada Allah, dan bersembah: ‘Demi segala Keagungan-Mu, aku khawatir tak seorang pun dapat luput daripadanya dan pasti memasukinya’.” (HR. Tirmidzi, Abu Dawud, Nasa’i, Ibn Hanbal)

[HQ No-70] Dari Asma’ binti Abu Bakar ra, ia berkata, Nabi saw bersabda: “Sesungguhnya Aku di telaga, sehingga Aku melihat orang dari kalanganmu yang datang kepadaku dan akan diambil orang-orang dari sisiku”. Kemudian aku berkata: “Wahai Tuhan, itu dari golonganku dan dari ummatku”. Lalu dikatakan: “Apakah kamu mengetahui sesuatu yang telah diperbuat mereka sesudahmu? Demi Allah, mereka terus menerus kembali ke tumit mereka”. Dan Ibnu Abi Mulaikah berkata: “Wahai Allah, sesungguhnya kami berlindung kepada Mu agar kami tidak kembali ke tumit kami, atau terfitnah dalam agama kami”. (Hadits ditakhrij oleh Bukhari)

[HQ No-71] Dari Anas bin Malik ra, ia berkata: Pada suatu hari di hadapan kami (ia maksudkan Nabi Muhammad saw) ketika beliau tidur sejenak kemudian beliau mengangkat kepala seraya tersenyum, lalu kami berkata kepada beliau: “Apakah yang menjadikan engkau tersenyum wahai Rasulullah?” Beliau bersabda: “Tadi telah turun kepadaku sebuah surat yaitu: “Dengan Nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang, Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu ni’mat yang banyak. Maka shalatlah karena Tuhanmu dan sembelihlah binatang qurban. Sesungguhnya orang-orang yang membencimu dialah orang-orang yang terputus”. Kemudian Beliau bersabda: “Tahukah kamu, apakah Kautsar (ni’mat yang banyak) itu?”. Kami menjawab: “Allah dan Rasulnya lebih mengetahui”. Beliau bersabda: “Kautsar adalah sungai dan bengawan Tuhanku di surga. Tempatnya (tempat minumnya) lebih banyak dari pada jumlah bintang. Bengawan itu didatangi umatku, lalu di antara mereka ada yang ditarik, maka aku berkata: “Wahai Tuhanku, sesungguhnya dia adalah umatku”. Dia berfirman: “Sesungguhnya kamu tidak mengetahui apa yang terjadi sesudahmu”. (Hadits ditakhrij oleh An Nasa’i)

[HQ No-72] Dari Abu Hurairah ra, dari Rasulullah saw, beliau bersabda: “Sesuatu yang pertama kali diperhitungkan pada hamba adalah shalatnya, jika ia menyempurnakannya. Jika tidak (sempurna) maka Allah Yang Maha Mulia dan Maha Besar berfirman: “Lihatlah apakah hambaKu mempunyai (shalat) sunat?” Jika kedapatan padanya (shalat) sunat, maka Allah berfirman: “Sempurnakanlah fardhu itu dengannya”. (Hadits ditakhrij oleh Ibnu Majah)

[HQ No-73] Dari Abu Hurairah ra, dari Nabi saw, beliau bersabda: “Barangsiapa yang melakukan shalat dengan tidak membaca Ummul Qur’an (Induk Qur’an) maka shalat itu kurang” tiga kali, yaitu tidak sempurna. Ditanyakan kepada Abu Hurairah: “Sesungguhnya kami di belakang imam (menjadi ma’mum)”. Ia berkata: “Bacalah dalam hatimu, karena saya mendengar Nabi saw bersabda: Allah Yang Maha Mulia dan Maha Besar berfirman: “Aku membagi shalat antara Aku dan hambaKu separuh-separuh, dan bagi hambaKu apa yang dimintanya. Apabila hamba membaca: Alhamdulillahi rabbil ‘alamin (Segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam), maka Allah Yang Maha Mulia dan Maha Besar berfirman: “HambaKu memuji Aku”. Apabila ia membaca Arrahmanirrahim (Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang), maka Allah Yang Maha Mulia dan Maha Besar berfirman: Hamba Ku menyanjung Aku. Apabila ia membaca: Maliki yaumiddin. (Yang Memiliki hari Pembalasan), maka Allah berfirman: “HambaKu memuliakan Aku”, dan sekali waktu Dia berfirman: “HambaKu menyerah kepadaKu”. Apabila ia membaca: Iyyaka na’budu wa iyyaka nasta’in (Hanya kepadaMu kami menyembah dan hanya kepadaMu kami mohon pertolongan), Allah berfirman: “Ini antara Aku dan hambaKu, dan bagi hambaKu apa yang dimintanya”. Apabila ia membaca: Ihdinashshirathal mustaqim. Shirathal ladzina an’amta alaihim ghairil maghdhubi’alaihim wa ladhdhallin (Tunjukilah kami jalan yang lurus, yaitu jalan orang-orang yang Engkau beri petunjuk atas mereka bukan (jalan) orang-orang yang dimurkai atas mereka dan bukan (jalan) orang-orang yang sesat). Maka Allah berfirman: “Ini untuk hambaKu dan bagi hambaKu apa yang dimintanya”. (Hadits ditakhrij oleh Muslim)

%d blogger menyukai ini: