Kumpulan Hadits Qudsi – 5

Kumpulan Hadits Qudsi ini dikompilasi oleh Pak Sabari Muhammad dari berbagai buku dan sumber. Saya mendapatkannya dari note beliau di facebook. Semoga apa yang beliau lakukan ini menjadi amal shaleh yang diridhai Allah Ta’ala.

[HQ No-41] Berkata Abu Hurairah ra, bahwasanya Nabi saw bersabda: “Allah telah berfirman:

Belanjakanlah (infaqkanlah) hartamu, niscaya Aku akan menambah perbelanjaan (infaq) kepadamu”. (HR. Ahmad)

(serupa dengan hadis tsb di atas)

Berkata Abu Hurairah ra, bahwasanya Nabi saw bersabda: “Allah telah berfirman:

Wahai anak Adam! Nafkahkanlah (infaqkanlah), niscaya Aku akan menambah nafkah (infaq) kepadamu. Sesungguhnya tangan kanan Allah penuh dengan kemurahan rizki, tidak pernah kekurangan sesuatupun di malam hari maupun di siangnya”.

(HR. Daruquthni)

[HQ No-42] Berkata Al Hasan ra, bahwasanya Nabi saw bersabda: “Allah telah berfirman:

Wahai anak Adam! Habiskanlah harta simpananmu pada jalan-Ku, dan tidak usah bimbang kebakaran atau ketenggelaman atau kecurian, nanti Aku akan berikan gantinya pada hari engkau sangat memerlukannya”. (HR. Baihaqi)

[HQ No-43] Berkata Ibnu Umar ra, bahwasanya Nabi saw bersabda: “Allah telah berfirman:

Wahai anak Adam! Dua hal yang bukan satu pun menjadi urusanmu. Aku telah menentukan bagimu sebahagian dari hartamu, ketika Aku mencabut nyawamu supaya Aku membersihkanmu dan mensucikanmu dengan harta itu. Dan shalat hamba-hamba-Ku atasmu setelah putus ajalmu”. (HR. Ibnu Majah)

[HQ No-44] Berkata Abu Umamah ra, bahwasanya Nabi saw bersabda: “Allah telah berfirman:

Wahai anak Adam! Jika engkau menafkahkan kelebihan rezeki, maka itu adalah lebih baik bagimu, dan jika engkau menahannya, maka itu adalah buruk bagimu, dan engkau tidak akan dicela karena mengambil kecukupanmu. Mulakanlah dengan bernafkah kepada orang-orang yang engkau tanggung. Dan (ketahuilah bahwa) tangan yang di atas (yang memberi) lebih mulia daripada tangan yang di bawah (yang menerima)”. (HR. Baihaqi)

[HQ No-45] Berkata Abu Hurairah ra, bahwasanya Nabi saw bersabda: “Allah telah berfirman:

Puasa itu adalah bagi-Ku, dan Akulah yang akan membalasnya”. (HR. Bazzar)

(serupa dengan hadits di atas) Berkata Jabir ra, bahwasanya Nabi saw bersabda: “Allah telah berfirman:

Puasa itu adalah benteng, yang akan melindungi seseorang hamba dari api neraka. Puasa itu adalah bagi-Ku, dan Akulah yang akan membalasnya sendiri”. (HR. Ahmad dan Baihaqi)

(serupa dengan hadits di atas) Berkata Basyir bin Al-Khashashiyah ra, bahwasanya Nabi saw bersabda: “Allah telah berfirman:

Puasa itu adalah benteng dari api neraka. Puasa itu juga bagi-Ku dan Aku akan membalasnya sendiri. Dia telah meninggalkan syahwatnya, makannya dan minumnya karena Aku. Sesungguhnya bau mulut orang berpuasa itu adalah lebih harum disisi Allah daripada harum kesturi”. (HR. Baghawi)

[HQ No-46] Berkata Ibnu Abbas ra, bahwasanya Nabi saw bersabda: “Allah telah berfirman:

Bismillaahi-r-Rahmaani-r-Rahiim. Sesungguhnya barangsiapa yang berserah-diri kepada qadha-Ku, ridha dengan hukum-Ku dan bersabar atas bala-Ku, niscaya akan Aku bangkitkan di hari Kiamat bersama para Shiddiqiin”. (HR. Dailami)

[HQ No-47] Berkata Utsman bin Affan ra, bahwasanya Nabi saw bersabda: “Allah telah berfirman:

Apabila hamba-Ku telah mencapai usia empat puluh tahun, Aku akan jauhkan dia dari tiga macam bencana, yaitu: gila, kusta dan sopak. Dan apabila ia mencapai usia lima puluh tahun, Aku akan menghisabnya dengan hisab yang ringan. Dan apabila dia mencapai usia enam puluh tahun, Aku akan mendorongnya agar suka bertaubat. Dan apabila dia mencapai usia tujuh puluh tahun, Aku jadikannya dicintai oleh para Malaikat. Dan apabila ia mencapai usia delapan puluh tahun Aku akan catatkan kebajikannya semata, dan Aku akan tutup mata terhadap kesalahan-kesalahannya. Dan apabila ia mencapai usia sembilan puluh tahun, akan berkatalah para Malaikat: Orang ini sebagai tawanan Allah di bumi-Nya, maka diampunkanlah segala dosa-dosanya yang terdahulu dan terkemudian, dan dibenarkannya mensyafaatkan. Dan apabila dia mencapai usia lanjut, Allah mencatatkan baginya semua pahala amalan yang pernah dia lakukan di waktu sehat dahulu, dan kalau dia melakukan kesalahan, tiadalah dicatatkan atasnya lagi”. (HR. Tirmidzi)

[HQ No-48] Berkata Ali ra, bahwasanya Nabi saw bersabda: “Allah telah berfirman:

Kemuliaan itu adalah pakaian-Ku dan Kebesaran adalah selendang-Ku maka barangsiapa yang mencoba menandingi-Ku dalam hal itu niscaya Aku meng-azabnya”

(HR. Muslim)

(serupa dengan hadits di atas) Berkata Abu Hurairah ra, bahwasanya Nabi saw bersabda: “Allah telah berfirman: Kemuliaan itu adalah pakaian-Ku dan Kebesaran adalah selendang-Ku maka barangsiapa yang mencoba menandingi-Ku dalam hal itu niscaya Aku membinasakannya”. (HR. Hakim)

(serupa dengan hadits di atas) Berkata Abu Hurairah ra, bahwasanya Nabi saw bersabda: “Allah telah berfirman:

Kebesaran adalah selendang-Ku dan Keagungan itu pakaian-Ku maka barangsiapa yang mencoba menandingi-Ku pada salah satu dari keduanya niscaya Aku akan melontarkannya ke dalam api neraka”. (HR. Ahmad)

[HQ No-49] Berkata Ibnu Abas ra, bahwasanya Nabi saw bersabda: “Allah telah berfirman:

Wahai Adam! sesungguhnya Aku telah menawarkan amanah itu kepada langit dan bumi, namun kesemuanya tidak sanggup menanggungnya. Apakah engkau sanggup menanggungnya dengan segala resikonya?

Bertanya Adam: Dan apa yang aku dapat kiranya aku sanggup menanggungnya?

Allah berfirman: Kiranya engkau sanggup menanggungnya dengan baik, niscaya engkau akan diberi pahala, dan kiranya engkau menyia-nyiakannya, niscaya engkau akan disiksa. Berkata Adam: Aku sanggup menanggungnya dengan segala resikonya.

Maka tiadalah lama ia berada di surga melainkan sekadar antara shalat yang pertama dan shalat Ashar, maka diapun telah dikeluarkan syaithan dari surga itu”. (HR. Abus-Syaikh)

[HQ No-50] Berkata Abu Hurairah ra, bahwasanya Nabi saw bersabda: “Allah telah berfirman:

Hamba-Ku yang Mukmin adalah lebih Kucintai daripada setengah para Malaikat-Ku”. (HR. Thabrani)

%d blogger menyukai ini: