Hadits Arbain An-Nawawiyah

Hadits empat puluh adalah koleksi hadits-hadits yang disusun oleh Imam Nawawi di dalam kitab karangannya yang bernama Matan Arba’in. Terdapat sebanyak empat puluh dua buah hadits sabda junjungan Nabi Muhammad saw yang membicarakan mengenai akidah dan tauhid di dalam Islam. Pentingnya karya Imam Nawawi ini sehingga Ibnu Hajar mengarang sebuah kitab bernama Fathul Mubin Li-Syarhil Arba’in yang mengupas dan mebincangkan hadits-hadits himpunan Imam Nawawi.

Hadits Pertama

“Dari Amirul Mukminin Abi Hafsah Umar bin Khathab ra berkata: “Aku mendengar Rasulullah saw bersabda: ‘Sesungguhnya amal perbuatan itu disertai niat, dan setiap orang mendapat balasan amal sesuai dengan niatnya. Barangsiapa yang berhijrah hanya karena Allah dan RasulNya, maka hijrahnya itu menuju Allah dan RasulNya. Dan barangsiapa yang hijrahnya karena dunia yang ia harapkan atau karena seorang wanita yang ingin dinikahinya, maka hijrahnya itu menuju yang ia inginkan’.

Hadits Ke-2

Umar bin Khathab ra berkata: Suatu ketika kami (para sahabat) duduk di dalam majelis bersama Rasulullah saw, tiba-tiba mucul kepada kami di dalam majelis itu seorang laki-laki yang berpakaian serba putih dan rambutnya sangat hitam. Tidak terlihat padanya tanda-tanda bekas perjalanan dan tidak ada seorangpun diantara kami yang mengenalnya, lalu ia segera duduk di hadapan Rasulullah saw, lalu lututnya disandarkan kepada kedua lutut Rasulullah saw serta meletakkan kedua tangannya di atas kedua paha Rasulullah saw, kemudian ia berkata: “Hai Muhammad, beritahukan kepadaku tentang Islam?” Rasulullah saw menjawab: “Islam adalah engkau bersaksi tidak ada Tuhan melainkan Allah dan sesungguhnya Muhammad adalah Rasul Allah, menegakkan shalat, menunaikan zakat, berpuasa di bulan Ramadhan dan engkau menunaikan haji ke Baitullah jika engkau telah mampu melakukannya”. Lelaki itu berkata: “Engkau benar”. (Berkata Umar ra: Kami merasa heran kepada tingkah laku sipemuda itu, ia yang bertanya dan ia pula yang membenarkannya).

Kemudian ia bertanya lagi, “Beritahukan kepadaku tentang Iman? Rasulullah menjawab: “Iman adalah engkau beriman kepada Allah, Malaikat-MalaikatNya, Kitab-KitabNya, Rasul-RasulNya, Hari Akhir dan hendaklah engkau beriman kepada taqdir Allah yang baik dan yang buruk. Ia berkata: “Engkau benar”.

Dia bertanya lagi: “Beritahukan kepadaku tentang Ihsan?” Rasulullah menjawab: “Hendaklah engkau beribadah kepada Allah seolah-olah engkau melihatNya, kalaupun engkau tidak dapat melihatNya, sesungguhnya Allah senantiasa melihatmu.

Lelaki itu berkata lagi: “Beritahukan kepadaku tentang kapan terjadinya kiamat?” Rasulullah menjawab: “Yang ditanya tidaklah lebih tahu itu dari pada yang bertanya”.

Diapun bertanya lagi: “Beritahukan kepadaku tentang tanda-tandanya?” Rasulullah menjawab: “Apabila hamba perempuan melahirkan tuannya; Apabila engkau melihat orang yang bertelanjang kaki, tidak berpakaian (miskin papa), serta penggembala kambing telah saling berlomba dalam mendirikan bangunan megah yang menjulang tinggi.

Kemudian lelaki tersebut segera pergi. Akupun terdiam sehingga Rasulullah bertanya kepadaku: “Wahai Umar, tahukan engkau siapa yang bertanya tadi? Aku menjawab: “Allah dan RasulNya lebih mengetahui”.

Rasulullah bersabda: “Ia adalah Jibril as yang mengajarkan kalian tentang agama kalian”. (HR. Muslim)

Hadits Ke-3

Dari Abu Abdur-Rahman Abdullah bin Umar bin Khathab ra, berkata: Aku pernah mendengar Rasulullah saw bersabda: ‘Islam itu dibangun atas lima pilar: 1. Persaksian bahwa tiada Tuhan selain Allah, dan Muhammad Rasul Allah, 2. Mendirikan shalat, 3. Mengeluarkan zakat, 4. Melaksanakan ibadah haji ke Baitullah dan 5. Berpuasa Ramadhan”, (HR. Bukhari dan Muslim)

Hadits Ke-4

“Dari Abu Abdur-Rahman Abdullah bin Mas’ud ra, berkata, Rasulullah saw bersabda kepada kami, sedangkan beliau adalah seorang yang jujur dan terpercaya, sabdanya: “Sesungguhnya tiap-tiap kalian dikumpulkan kejadiannya dalam rahim ibunya selama 40 hari berupa nutfah (air mani yang kental), kemudian menjadi alaqah (segumpal darah) selama itu pula, kemudian menjadi mudghah (segumpal daging) selama itu pula, yaitu 40 hari. Kemudian Allah mengutus malaikat untuk meniupkan ruh kepadanya dan mencatat 4 (empat) hal yang telah ditentukan, yaitu: rezekinya, ajalnya, amalnya, dan sengsara atau bahagianya.

Maka demi Allah Dzat yang tiada tuhan selain Dia, sesungguhnya setiap kalian itu ada yang beramal dengan amalan ahli surga sehingga jarak antara dia dengan surga itu jaraknya hanya sehasta (dari siku sampai ke ujung jari). Lalu suratan takdir mendahuluinya, sehingga ia beramal dengan amalan ahli neraka, maka masuklah ia ke dalam neraka. Ada juga di antara kalian yang beramal dengan amalan ahli neraka sehingga jarak antara dirinya dengan neraka hanya sehasta. Lalu suratan takdir mendahuluinya, sehingga ia beramal dengan amalan ahli surga, maka akhirnya masuklah dia ke dalam surga itu”. (HR Bukhari dan Muslim)

Hadits Ke-5

Dari Ummul Mukminin, Ummi Abdillah, ‘Aisyah ra, berkata: Telah bersabda Rasulullah saw: “Barangsiapa yang membuat-buat hal baru dalam urusan (ibadah) yang tidak ada dasar hukumnya maka ia tertolak”, diriwayatkan dari Al-Bukhari dan Muslim. Dan pada riwayat yang lain oleh Imam Muslim: “Barangsiapa melakukan amalan yang tidak didasari perintah kami, maka ia tertolak.”

Hadits Ke-6

Dari Abu Abdillah An-Nu’man bin Basyir ra berkata, saya telah mendengar Rasulullah saw bersabda: “Sesungguhnya yang halal itu telah jelas dan yang haram pun telah jelas. Sedangkan diantara keduanya terdapat perkara yang samar-samar (syubhat) yang kebanyakan manusia tidak mengetahui (hukum)-nya. Barang siapa menghindari yang samar-samar, maka ia telah membersihkan agama dan kehormatannya. Barang siapa yang jatuh kedalam yang samar-samar, maka ia telah jatuh kedalam perkara yang haram. Seperti seorang penggembala yang berada di dekat pagar (milik orang lain); dikhawatirkan ia akan masuk kedalamnya.

Ketahuilah bahwa setiap raja memiliki pagar (aturan). Ketahuilah, bahwa pagar Allah adalah larangan-larangan-Nya. Ketahuilah, bahwa di dalam jasad manusia terdapat segumpal daging. Jika ia baik, maka baik pula seluruh jasadnya, dan jika ia rusak, maka rusak pula seluruh jasadnya. Ketahuilah, bahwa segumpal daging itu adalah hati”. (HR. Bukhari dan Muslim)

Hadits Ke-7

Dari Abu Ruqayah Tamim bin Aus Ad-Dhari ra, menerangkan bahwa Nabi saw bersabda: “Agama itu adalah nasihat”. Kami bertanya: “Bagi siapa?” Beliau bersabda: “Bagi Allah, kitabNya, RasulNya, para pemimpin kaum Muslimin, dan bagi kaum Muslimin pada umumnya”. (HR. Muslim)

Hadits Ke-8

Dari Ibn Umar ra, menerangkan bahwa Rasulullah saw bersabda: “Aku diperintahkan untuk memerangi manusia hingga mereka mau bersaksi tiada tuhan selain Allah dan Muhammad adalah Rasul Allah, mendirikan shalat dan membayar zakat. Apabila mereka telah melakukan itu, maka mereka telah melindungi darah dan harta bendanya dariku, kecuali ada haq (hukum) Islam, sedangkan hisab mereka terserah kepada Allah SWT”. (HR. Bukhari dan Muslim)

Hadits Ke-9

Dari Abu Hurairah Abdur-Rahman bin Sakhr ra, berkata: Aku mendengar Rasulullah saw bersabda: “Apa yang aku larang untuk kalian, maka tinggalkanlah, dan apa yang aku perintahkan kepada kalian, maka laksanakanlah sesuai dengan kemampuan kalian. Sesungguhnya yang telah membinasakan umat-umat sebelum kalian adalah banyaknya pertanyaan dan perselisihan terhadap para Nabi mereka. (HR. Bukhari dan Muslim)

Hadits Ke-10

Dari Abu Hurairah ra berkata, Rasulullah saw bersabda: “Sesungguhnya Allah SWT itu baik dan hanya menerima yang baik saja. Dan sesungguhnya Allah telah memerintahkan kaum Mukminin segala apa yang diperintahkan kepada para Rasul. Allah berfirman: “Wahai para Rasul, makanlah kalian dari makanan yang baik-baik dan kerjakanlah amalan yang shalih”. (al Mukminun: 51) Dan Allah juga berfirman: “Wahai orang-orang yang beriman, makanlah kalian dari makanan yang baik-baik yang Kami rizkikan kepada kalian”.

Lalu Rasulullah saw mengisahkan tentang seorang lelaki yang menempuh perjalanan jauh, hingga rambutnya kusut dan kotor berdebu. Ia lalu menengadahkan kedua belah tangannya ke langit (seraya berdo’a: “Ya Rabb, ya Rabb, sedangkan makanannya dari yang haram, minumannya dari yang haram, dan pakaiannya dari yang haram, dan dia telah dikenyangkan dari sumber yang haram. Maka bagaimana mungkin do’anya dikabulkan?”

Hadits Ke-11

Dari Abu Muhammad Al-Hasan bin Ali bin Abi Thalib ra, cucu kesayangan Rasulullah saw, berkata: “Aku telah hafal sabda Rasulullah saw: ‘Tinggalkanlah perkara yang meragukanmu dan kerjakan perkara yang tidak meragukanmu”. (HR. Tirmidzi dan Nasa’i, Tirmidzi berkata, “ini adalah hadits hasan shahih”)

Hadits Ke-12

Dari Abu Hurairah ra, berkata, Rasulullah saw bersabda: “Diantara (tanda) kebaikan ke-Islaman seseorang itu adalah ia meninggalkan perkara yang tidak berguna baginya”. (Hadits hasan, diriwayatkan oleh Tirmidzi dan yang lainnya)

Hadits Ke-13

Dari Abu Hamzah, Anas bin Malik ra, menerangkan bahwa Rasulullah saw bersabda: “Tidak sempurna iman seseorang diantara kalian sehingga ia mencintai saudaranya sebagaimana ia menyintai dirinya sendiri”. (HR. Bukhari dan Muslim)

Hadis Ke-14

Dari Ibnu Mas’ud ra, berkata, Rasulullah saw bersabda: “Tidak halal darah seorang Muslim yang bersaksi tidak ada tuhan selain Allah dan aku adalah Rasul-Nya, kecuali disebabkan oleh salah satu dari tiga sebab; tsayyib (orang yang sudah menikah/janda/duda) yang berzina, membunuh orang, dan orang yang meninggalkan agamanya serta memisahkan diri dari jemaah”. (HR. Bukhari dan Muslim)

Hadits Ke-15

Dari Abu Hurairah ra, menerangkan bahwa Rasulullah saw bersabda: “Barangsiapa beriman kepada Allah dan Hari Akhir, hendaklah ia berkata yang baik atau diam; Dan barangsiapa yang beriman kepada Allah dan Hari Akhir, hendaklah ia menghormati tetangganya; Dan barangsiapa yang beriman kepada Allah dan Hari Akhir, hendaklah ia memuliakan tamunya”. (HR. Bukhari dan Muslim)

Hadits Ke-16

Dari Abu Hurairah ra, menerangkan bahwa ada seorang lelaki berkata kepada Nabi saw: “Berilah aku nasihat!” Beliau menjawab: “Jangan marah” Orang itu berulangkali meminta supaya dirinya dinasihati, maka Rasulullah saw tetap mengatakan: “Jangan marah!” (HR. Bukhari)

Hadits Ke-17

Dari Abi Ya’la Syaddad bin Aus ra, menerangkan bahwa Rasulullah saw bersabda: “Sesungguhnya Allah telah menetapkan kebaikan (ihsan) atas segala sesuatu. Maka apabila kalian membunuh (didalam peperangan), lakukanlah dengan baik, dan jika kalian menyembelih, maka lakukanlah dengan baik. Hendaklah setiap kalian menajamkan mata pisaunya dan menyenangkan hewan sembelihannya”. (HR. Muslim)

Hadits Ke-18

Dari Abu Dzar Jundub bin Junadah dan Abu Abdur-Rahman Mu’adz bin Jabal ra, menerangkan, Rasulullah saw bersabda: “Bertaqwalah kepada Allah di manapun kamu berada. Dan ikutilah keburukan dengan kebaikan, mudah-mudahan yang baik itu akan menghapusnya. Dan pergaulilah manusia dengan akhlak terpuji”. (HR. Tirmidzi dan ia berkata, “Ini adalah hadits hasan” dan di sebagian kitab disebutkan sebagai hadits hasan shahih).

Hadits Ke-19

Dari Abu Abbas Abdillah bin Abbas ra berkata, Suatu hari aku sedang berada di belakang Rasulullah saw (di atas binatang tunggangannya), lalu beliau bersabda: “Wahai pemuda! Aku hendak mengajarimu beberapa kalimat: “Jagalah (perintah) Allah, maka Dia akan menjagamu; jagalah (kehormatan) Allah, niscaya engkau akan mendapati-Nya bersamamu; Bila engkau memohon sesuatu, mohonlah kepada-Nya semata; Bila engkau meminta pertolongan, minta tolonglah kepada Allah semata. Ketahuilah bahwa seandainya seluruh umat ini berkumpul untuk memberikan sesuatu yang bermanfa’at bagimu, maka mereka tidak akan bisa memberi manfa’at kepadamu, melainkan dengan sesuatu yang telah ditaqdirkan oleh Allah kepadamu. Begitu juga seandainya seluruh umat ini berkumpul untuk memberikan sesuatu yang merugikanmu, maka mereka tidak akan bisa merugikanmu kecuali dengan sesuatu yang telah ditetapkan oleh Allah terhadapmu. Pena-pena telah diangkat (tulisan) dan lembaran-lembaran telah mengering tintanya (buku catatan)”. (HR. Tirmidzi dan ia menyatakan sebagai hadits hasan shahih).

Menurut riwayat selain Tirmidzi dijelaskan, “Jagalah Allah, niscaya engkau akan bersama-Nya. Kenalilah Allah dalam kesenangan, niscaya Dia mengenalimu dalam kesempitan. Ketahuilah bahwa segala perbuatan salahmu belum tentu mencelakaimu dan mushibah yang menimpamu belum tentu akibat kesalahanmu. Ketahuilah bahwa kemenangan beserta kesabaran, kebahagiaan beserta kedukaan, dan setiap kesulitan ada kemudahan.

Hadits Ke-20

Dari Abu Mas’ud Uqbah bin Amr Al-Anshari Al-Badri ra, berkata, Rasulullah saw bersabda: “Sesungguhnya sebagian dari apa yang telah dikenal orang dari perkataan para Nabi yang terdahulu ialah: “Bila engkau tidak malu, maka berbuatlah sesuka hati kamu”. (HR. Bukhari)

Hadits Ke-21

Dari Abu Amr dan dikatakan pula dari Abi Amrah Sufyan bin Abdillah Ats-Tsaqafy ra, berkata, Aku berkata: “Wahai Rasulullah, beritahukan kepadaku suatu ungkapan tentang Islam yang tidak akan aku tanyakan kepada seorangpun selain engkau!” Beliau bersabda: “Katakanlah, Amantu Billah (Aku beriman kepada Allah), kemudian hendaklah engkau beristiqamah”. (HR. Muslim)

Hadits Ke-22

Dari Abu Abdullah Jabir bin Abdillah Al-Anshari ra, menerangkan bahwa ada seorang lelaki yang bertanya kepada Rasulullah saw, ia berkata: “Bagaimana pendapatmu jika aku telah mengerjakan shalat maktubah (shalat fardhu lima waktu), berpuasa Ramadhan, menghalalkan yang halal dan mengharamkan yang haram, dan aku tidak menambahkannya dengan suatu apapun. Apakah aku bisa masuk surga?” Beliau menjawab: “Ya”. (HR. Muslim)

Makna “mengharamkan yang haram” adalah menjauhinya, sedangkan “menghalalkan yang halal” berarti melakukannya dengan penuh keyakinan akan kehalalannya.

Hadits Ke-23

Dari Abu Malik Al-Harits bin Ashim Al-Ashy’ari ra, berkata, Rasulullah saw bersabda: “Kesucian adalah sebagian dari iman, dan Alhamdullilah memberatkan timbangan, dan Subhanallah wal-hamdullilah akan memenuhi ruangan antara langit dan bumi, dan shalat adalah nur (cahaya), dan shadaqah adalah burhan (bukti nyata), dan sabar adalah pelita, dan Al-Quran adalah hujjah (pedoman) dan atasmu (akan mendorongmu masuk surga jika kamu selalu menerapkan isinya dan mendorongmu masuk neraka jika kamu tidak menerapkan isinya ketika di dunia). Semua orang bekerja sampai ada yang menjual dirinya, sehingga ia menjadi merdeka atau malah celaka”. (HR. Muslim)

Hadits Ke-24

Dari Abu Dzar Al-Ghifari ra, menerangkan bahwa Nabi saw bersabda tentang apa yang beliau riwayatkan dari Rabb-nya Azza wa Jalla, sesungguhnya Dia berfirman: “Wahai hamba-hamba-Ku! Sesungguhnya Aku telah mengharamkan kezhaliman kepada diri-Ku, dan Aku menjadikan kezhaliman itu haram di antara sesama kamu. Oleh karena itu, janganlah kamu saling menzhalimi”. “Wahai hamba-hamba-Ku! Kamu sekalian tersesat, kecuali yang Aku beri petunjuk. Oleh karena itu, mintalah petunjuk kepada-Ku, niscaya Aku akan memberikannya kepadamu”. “Wahai hamba-hamba-Ku! Kamu semua lapar, kecuali yang Aku beri makan. Oleh karena itu, mintalah makan kepada-Ku, niscaya Aku memberikannya kepadamu”. “Wahai hamba-hamba-Ku! kamu semua telanjang, kecuali yang Aku beri pakaian. Oleh karena itu, mintalah pakaian kepada-Ku, niscaya Aku berikan kepadamu”. “Wahai hamba-hamba-Ku! Sesungguhnya kamu semua berbuat salah di malam dan siang hari. Sedangkan Aku mengampuni segala dosa. Oleh karena itu, mohonlah ampunan kepada-Ku, niscaya Aku akan mengampunimu”. “Wahai hamba-hamba-Ku! Kamu tidak akan mampu memberi mudharat untuk-Ku, sehingga bisa menimpakan mudharat kepada-Ku. Dan kamu tidak akan mampu memberi manfa’at untuk-Ku, sehingga bisa memberi manfa’at kepada-Ku”. “Wahai hamba-hamba-Ku! Meskipun orang-orang yang terdahulu dan orang-orang yang terkemudian di antara kamu bersatu, baik dari jenis manusia maupun jin, semuanya berada pada hati orang yang paling bertakwa diantara kamu, maka hal itu tidak akan menambah apapun terhadap kekuasaan-Ku”. “Wahai hamba-hamba-Ku! Meskipun orang-orang yang terdahulu dan orang-orang yang terkemudian di antara kamu bersatu, baik dari jenis manusia maupun jin, semuanya berada pada hati orang yang paling jahat diantara kamu, maka hal itu tidak akan mengurangi apapun dari kekuasaan-Ku”. “Wahai hamba-hambaku! Meskipun orang-orang yang terdahulu dan orang-orang yang terkemudian di antara kamu bersatu, baik jin maupun manusia, berkumpul di sebuah bukit dan memohon kepada-Ku. Lalu Aku mengabulkan permohonan mereka masing-masing, maka hal itu tidak akan mengurangi sedikitpun apa-apa yang ada pada-Ku, kecuali seperti jarum yang dicelupkan ke laut dan diangkat lagi”. “Wahai hamba-hambaku! Sesungguhnya Aku mencatat amalanmu, kelak di kemudian hari akan Aku balas atas tiap-tiap satu daripadanya. Oleh karena itu, barangsiapa menerima kebaikan, maka hendaklah ia memuji Allah. Dan barangsiapa yang menerima selain itu, maka janganlah mencela, selain dirinya sendiri”. (HR. Muslim)

Hadits Ke-25

Dari Abu Dzar Al-Ghifari ra menerangkan bahwa sebagian sahabat Rasulullah saw, berkata kepada beliau: “Wahai Rasulullah! Orang-orang kaya telah lebih banyak mendapat pahala, mereka mengerjakan shalat sebagaimana yang kami kerjakan. Mereka berpuasa sebagaimana yang kami kerjakan, dan mereka bershadaqah dengan kelebihan harta kekayaan yang mereka miliki (sementara kami tidak bisa melakukannya)”. Beliau bersabda: “Bukankah Allah telah menunjukkan kamu cara-cara bagaimana kamu bisa bershadaqah? Sesungguhnya setiap tasbih (Subhanallah) itu adalah shadaqah, dan setiap takbir (Allahu Akbar) itu adalah shadaqah, dan setiap tahmid (Alhamdulillah) itu adalah shadaqah, dan setiap tahlil (Laa ilaaha illallah) itu adalah shadaqah, dan menyeru kepada kebaikan itu adalah shadaqah, dan mencegah dari yang munkar itu adalah shadaqah, dan bergaul dengan isteri juga shadaqah”. Bertanya para sahabat: “Ya Rasulullah! Apakah jika diantara kami yang menyalurkan hasrat biologisnya kepada isterinya juga mendapat pahala?” Beliau menjawab: “Bukankah jika ia menyalurkannya kepada yang haram itu berdosa? maka demikian pula apabila ia menyalurkannya kepada yang halal, maka ia juga akan mendapatkan pahala”. (HR. Muslim)

Hadits Ke-26

Dari Abu Hurairah ra, berkata, Nabi saw bersabda: “Setiap ruas tulang tubuh manusia wajib dikeluarkan shadaqahnya setiap hari ketika matahari terbit. Mendamaikan antara dua orang yang berselisih adalah shadaqah, menolong seseorang dengan membantunya menaiki tunggangannya (kendaraannya) atau mengangkatkan barang-barang ke atas tunggangannya adalah shadaqah, dan perkataan yang baik itu adalah shadaqah, tiap-tiap langkah menuju ke tempat shalat adalah shadaqah, dan membersihkan rintangan dari jalan adalah shadaqah”. (HR. Bukhari dan Muslim)

Hadits Ke-27

Dari An-Nawwas bin Sam’an ra, berkata, Nabi saw bersabda: “Kebajikan adalah akhlak terpuji, sedangkan dosa adalah apa yang meresahkan jiwamu serta engkau tidak suka apabila masalah itu diketahui orang lain”. (HR. Muslim)

Dalam hadits yang diterangkan oleh Abi Wabishah bin Ma’bad ra, ia berkata, Aku mendatangi Rasulullah saw, beliau bertanya: “Engkau datang untuk bertanya tentang kebajikan?” Aku menjawab: “Ya, benar”. Beliau bersabda: ”Tanyakan pada hatimu sendiri”. Kebajikan adalah sesuatu yang membalut jiwamu tenang dan hatimu tenteram, sedangkan dosa adalah sesuatu yang menimbulkan keraguan dalam jiwa dan rasa gundah dalam dada, meski telah berulang kali manusia memberi fatwa kepadamu”. (Ini adalah hadits hasan yang kami riwayatkan dari dua Imam, Imam Ahmad bin Hanbal dan Imam Ad-Darimi dengan sanad hasan).

Hadits Ke-28

Dari Abu Najih bin Al-Irbadh bin Sariyah ra, berkata, “Rasulullah saw telah memberikan nasihat kepada kami dengan nasihat yang menggetarkan hati dan dapat mengucurkan air mata”. Kami berkata kepadanya: ‘Wahai Rasulullah, seakan-akan ini nasihat perpisahan, karena itu berilah kami wasiat”. “Beliau bersabda: “Aku berwasiat kepada kalian agar senantiasa bertaqwa kepada Allah Azza wa Jalla, serta mendengarkan dan taat meskipun yang memerintah kalian seorang budak. Sesungguhnya orang-orang yang masih hidup di antara kalian, niscaya akan menyaksikan banyak perselisihan. Karena itu berpegang-teguhlah kepada sunahku dan sunah para Khulafaur-Rasyiddin yang mendapat petunjuk. Gigitlah sunah-sunah itu dengan gigi geraham kamu (berpegang teguh dengannya dan jangan dilepaskan sunah-sunah itu). Dan hindarilah hal-hal yang baru (dalam soal agama), karena semua yang baru adalah bid’ah dan setiap bid’ah adalah sesat”. (HR. Abu Dawud dan Tirmidzi, dan dia mengatakan bahwa ini adalah hasan shahih)

Hadits Ke-29

Dari Mu’adz bin Jabal ra, berkata, Aku pernah berkata, “Wahai Rasulullah, beritahukanlah kepadaku amal yang dapat memasukkanku ke surga dan menjauhkanku dari neraka”. Beliau menjawab: “Engkau menanyakan suatu pekara yang besar, namun hal itu menjadi ringan bagi siapa saja yang diringankan oleh Allah SWT, yaitu: Hendaklah engkau menyembah Allah dan tidak menyekutukan-Nya dengan sesuatu apapun, mendirikan shalat, mengeluarkan zakat, berpuasa Ramadhan, dan mengerjakan haji ke Baitullah”. Kemudian beliau bersabda lagi: “Inginkah engkau kuberitahukan mengenai pintu-pintu kebaikan?” Aku menjawab: “Mau, ya Rasulullah.” Beliau bersabda: “Puasa adalah perisai, shadaqah itu dapat menghapus kesalahan sebagaimana air dapat menghapus api, dan shalatnya seseorang di tengah malam”. Kemudian beliau membaca surat As-Sajdah ayat 16, “Tatajaafaa junuubuhum ‘anil madhaaji’il … hingga … ya’maluun (lambung-lambung mereka jauh dari tempat tidurnya, sedang mereka berdo’a kepada Tuhannya dengan harap-harap cemas)”.

Kemudian beliau bersabda: “Inginkah engkau kuberitahukan pokok dari segala urusan dan puncak mahkotanya?” Aku menjawab: “Mau, ya Rasulullah.” Beliau bersabda: “Pokok dari segala urusan adalah Islam, tiangnya adalah shalat dan puncaknya adalah jihad”. Kemudian Nabi bersabda lagi: “Maukah engkau kuberitahu dari semua itu?”. “Aku menjawab: “Mau, ya Rasulullah.” Lalu baginda menunjukkan lidahnya seraya bersabda: “Kendalikan ini”. Aku bertanya: “Ya Rasulullah, apakah kami akan diminta pertanggungjawaban dengan apa yang kami katakan?”. Beliau bersabda: “Celakalah engkau hai Mu’adz! Bukankah yang menjerumuskan manusia kedalam api neraka dengan wajah tersungkur adalah akibat lidah mereka?”. (HR. Tirmidzi dan dia mengatakan ini adalah hadits hasan shahih)

Hadits Ke-30

Dari Abu Tsa’labah Al-Khusyani Jurtsum bin Nashir ra, berkata, Rasulullah saw bersabda: “Sesungguhnya Allah telah menetapkan sejumlah kewajiban, maka janganlah kalian meremehkannya. Dia telah meletakkan batasan-batasan (hukum), maka janganlah kalian melanggarnya. Dia telah mengharamkan sejumlah perkara, maka janganlah kalian jatuh kedalamnya. Dan Dia juga telah mendiamkan beberapa pekara sebagai rahmat untuk kalian dan bukan karena lupa, maka janganlah kalian mempersoalkannya (apa yang telah didiamkan oleh Allah ini)”. (Hadits hasan, diriwayatkan oleh Ad-Daruquthni dan lain-lain)

Hadits Ke-31

Dari Abu Abbas Sahl bin Sa’ad As-Sa’idi ra, berkata: “Ada seorang lelaki datang kepada Rasulullah saw dan bertanya: “Ya Rasulullah, tunjukkan kepadaku suatu amalan yang apabila aku mengamalkannya, niscaya aku akan dicintai oleh Allah dan dicintai manusia’. Maka dijawab Rasulullah saw: ‘Zuhud-lah terhadap apa yang ada di dunia maka Allah akan mencintaimu, dan zuhud-lah terhadap apa yang ada di tangan manusia, maka manusiapun akan mencintaimu’.” (HR. Ibnu Majah dan lain-lain dengan sanad hasan)

Hadits Ke-32

Dari Abu Sa’id bin Malik bin Sinan Al-Khudri ra, berkata, bahwa Rasulullah saw bersabda: “Janganlah kalian saling merugikan”. (HR. Ibnu Majah, Daruquthni dan lain-lain, hadits ini hasan, juga diriwayatkan oleh Malik dalam kitabnya Al-Muwatha’ sebagai hadits mursal, dari Amr bin Yahya, dari bapaknya dari Nabi saw, dengan begitu meniadakan Abi Sa’id. Hadits ini mempunyai beberapa jalur, tiap-tiap jalur menguatkan yang lain).

Hadits Ke-33

Dari Ibn Abbas ra berkata, Rasulullah saw bersabda: “Seandainya setiap orang dipenuhi dakwaannya (tuntutannya), tentu akan ada orang yang menuntut atas harta dan darah suatu kaum. Akan tetapi bukti harus diajukan oleh pendakwa dan sumpah harus diucapkan oleh orang yang menolak tuduhan”. (HR. Baihaqi dan yang lain, hadits hasan, sebagian terdapat dalam Shahih Bukhari dan Muslim)

Hadits Ke-34

Dari Abu Said Al-Khudri ra, berkatanya, Aku mendengar Rasulullah saw bersabda: “Barangsiapa di antara kalian melihat kemunkaran, hendaklah ia merubahnya dengan tangannya (kuasanya); bila ia tidak mampu, maka dengan lisannya (nasihatnya); dan kalau tidak mampu, maka dengan hatinya (tidak meridhai perbuatan tersebut). Yang demikian itu adalah selemah-lemah iman”. (HR. Muslim)

Hadits Ke-35

Dari Abu Hurairah ra, berkata, Rasulullah saw bersabda: “Jangan saling menghasud, dan jangan saling menipu, dan jangan saling membenci, dan jangan saling membelakangi, dan janganlah sebagian dari kalian membeli barang yang telah dibeli orang lain. Jadilah kamu sekalian sebagai hamba-hamba Allah yang bersaudara. Seorang Muslim adalah saudara bagi Muslim yang lain, maka janganlah berlaku aniaya kepadanya, janganlah menelantarkannya, jangan mendustainya, dan jangan merendahkannya. Taqwa itu disini, (beliau mengucapkan ini sambil menunjuk ke dadanya dan mengulanginya hingga tiga kali). Cukuplah seseorang dikategorikan buruk apabila ia merendahkan saudaranya sesama Muslim. Darah, harta, dan kehormatan setiap Muslim adalah haram bagi Muslim yang lain”. (HR. Muslim)

Hadits Ke-36

Dari Abu Hurairah ra berkata, Nabi saw bersabda: “Barangsiapa yang membebaskan seorang mukmin dari kesempitan dunia, maka Allah akan membebaskannya dari kesempitan di hari kiamat. Barangsiapa yang memberi kemudahan kepada seseorang yang mengalami kesulitan, maka Allah akan memberi kemudahan kepadanya di dunia dan di akhirat. Barangsiapa yang menutup aib seorang Muslim, maka Allah akan menutupi aibnya di dunia dan di akhirat. Allah senantiasa menolong hamba-Nya, selama hamba-Nya tersebut menolong saudaranya. Barangsiapa yang meniti jalan untuk menuntut ilmu, maka Allah akan memudahkan baginya jalan menuju surga. Tidaklah suatu kaum berkumpul di rumah Allah (masjid), membaca Kitab Allah dan mempelajarinya, niscaya turun kepada mereka ketenteraman, rahmat meliputi mereka, para Malaikat berkerumun disekelilingnya dan Allah menyebut-nyebut mereka di hadapan makhluk yang berada di sisi-Nya. Barangsiapa amalnya selalu terlambat (kurang), maka nasab-nya tidak akan dapat menyempurnakannya”. (HR. Muslim, dengan lafadz seperti ini)

Hadits Ke-37

Dari Ibn Abbas ra meriwayatkan dari Rasulullah saw mengenai apa yang beliau ceritakan dari Allah Yang Maha Suci dan Maha Tinggi. Allah berfirman: “Sesungguhnya Allah telah menetapkan kebaikan dan keburukan, kemudian menjelaskan keduanya. Barangsiapa hendak melakukan kebaikan dan dia tidak jadi melakukannya, Allah akan mencatat disisi-Nya satu kebaikan yang sempurna. Dan bila ia hendak melakukan kebaikan dan benar-benar melakukannya, niscaya Allah akan mencatat di sisi-Nya sepuluh kebaikan hingga tujuh ratus kali lipat, bahkan berlipat ganda banyaknya. Dan jika ia hendak melakukan keburukan dan kemudian tidak jadi melakukannya, Allah akan mencatat di sisi-Nya satu kebaikan dan jika ia hendak melakukan keburukan kemudian benar-benar melakukannya, maka Allah akan mencatat di sisi-Nya satu keburukan saja. (HR. Bukhari dan Muslim di dalam kitab shahih mereka).

Hadits Ke-38

Dari Abu Hurairah ra berkata, bahwa Rasulullah saw bersabda: “Sesungguhnya Allah SWT berfirman: ‘Barangsiapa yang memusuhi para wali-Ku, maka sesungguhnya Aku menyatakan perang kepadanya. Dan tidaklah hambaku mendekati-Ku (taqarrub) dengan sesuatu yang lebih Kucintai daripada apa yang telah Aku wajibkan. Hamba-Ku tidak henti-hentinya mendekati Aku dengan ibadah sunah (nawafil), sehingga Aku mencintainya, maka ketika Aku telah mencintainya, niscaya Aku menjadi pendengarannya yang ia gunakan untuk mendengar, dan menjadi penglihatannya yang ia gunakan untuk melihat, dan menjadi tangannya yang ia gunakan untuk berbuat dan menjadi kakinya yang ia gunakan untuk berjalan. Seandainya ia meminta kepada-Ku niscaya akan Aku berikan kepadanya, dan seandainya ia memohon perlindungan-Ku, pasti Aku akan melindunginya’.” (HR. Bukhari)

Hadits Ke-39

Dari Ibn Abbas ra berkata, bahwa Rasulullah saw bersabda: “Sesungguhnya Allah SWT mengampuni beberapa kesalahan umatku yang disebabkan karena keliru, karena lupa, dan karena dipaksa”. (Hadits hasan ini diriwayatkan oleh Ibnu Majah, Baihaqi, dan lain-lain)

Hadits Ke-40

Dari Ibn Umar ra, berkata, Rasulullah saw memegang bahuku lalu bersabda: “Jadilah engkau di dunia laksana orang asing atau orang yang menyeberangi jalan. Ibn Umar ra berkata: “Jika engkau berada di sore hari, maka janganlah engkau menunggu datangnya pagi; dan jika engkau berada di waktu pagi hari, maka janganlah engkau menunggu datangnya sore. Manfaatkan waktu sehatmu sebelum datang waktu sakitmu, dan waktu hidupmu sebelum datang matimu”. (HR. Bukhari)

Hadits Ke-41

Dari Abu Muhammad Abdullah bin ‘Amru bin Al-‘Ash ra berkata, Rasulullah saw bersabda: ‘Tidak sempurna iman seseorang dari kalian sehingga hawa nafsunya tunduk patuh mengikuti apa yang telah aku bawa”. (Hadits shahih yang diriwayatkan di dalam kitab Hujjah yang disusun oleh Abu Al Fath Nashr Ibnu Ibrahim al Maqdisy dengan sanad shahih)

Hadits Ke-42

Dari Anas ra berkata, aku mendengar Rasulullah saw bersabda: ‘Allah SWT berfirman, “Wahai anak Adam! Selama engkau berdoa dan berharap kepada-Ku, niscaya Aku ampuni segala dosamu yang telah lalu dan Aku tidak pedulikan lagi. Wahai anak Adam! Jikalau dosamu membumbung setinggi langit kemudian engkau memohon ampunan-Ku, pasti engkau Ku-ampuni. Wahai anak Adam! Andaikata engkau datang kepada-Ku dengan kesalahan sepenuh bumi, kemudian engkau menemui-Ku dalam keadaan tidak menyekutukan-Ku sedikitpun, pasti Aku akan mendatangimu dengan ampunan sepenuh bumi pula”. (HR. Tirmidzi dan ia berkata bahwa hadits ini hasan shahih)

Sumber: Dicopas dari note Pak Sabari Muhammad di facebook.

%d blogger menyukai ini: